Yahmin Ginting ||| John F. Purba||| Agus Prananda Bangun||| Amie Sitepoe

Semua Mata Tertuju Dan Telinga Akan MendengarStatistics

MABAR
Fine Compost

Adalah produk pupuk organik yg dihasilkan dari pemanfaatan limbah peternakan ayam berupa feces/ kotoran ayam yg menjadi bahan baku dasar.
MABAR Fine Compost sangat bermanfaat bagi upaya pembenahan dan perbaikan serta perawatan lahan agar tetap lestari dan dapat berproduksi dengan optimal.
MABAR Fine Compost selain mengandung unsur hara makro dan mikro yg cukup lengkap juga berperan penting dalam memaksimalkan penyerapan hara yg diberikan dalam bentuk pupuk kimia sehingga lebih efisien dan efektif.


MINYAK REMPAH, "DIRAMU DARI BAHAN REMPAH PILIHAN" - Kegunaan : Batuk, Pegal-pegal, Terkilir, Demam, Masuk Angin, Asam Urat, Reumatik, Sakit Pinggang, Memar, Diare, Memperlancar Aliran Darah, dll - Di Produksi : Jln. Jamin Ginting Desa Ketaren, Kabanjahe – Karo. Hp. 085261334420
THANKS TO
* Minyak Rempah
* Keluarga Finishar ( Malaysia )
* Fan's IRFA FM
*Suzuki Sunindo Kabanjahe

Sinabung dan Politik


Gunung Sinabung katanya pernah meletus 400 tahun silam, namun tidak ada catatan dalam sejarah untuk membuktikannya. Pernah atau tidak pernah, bukan itu yang menjadi permasalahan saat ini, walau judulnya berkaitan dengan Gunung Sinabung. 20 Agustus 2010 siang, terlihat asap putih mengepul yang bahasa jermannya erdipul ke udara, kalau di mirip miripkan, mirip lah itu seperti jamur. Banyak masyarkat bertanya tanya ( yang pasti bertanya pada dirinya sendiri, bukan pada saya, karena saya pada saat itu mungkin lagi makan bakwan atau makan tahu isi ). “ Tidak biasanya pemandangan di puncak Gunung Sinabung seperti ini “. Kira kira begitulah pertanyaan orang orang di situ.
Cerita punya cerita, muncul lah kata kata dari mulut ke kuping bukan dari mulut ke mulut, bahwa Gunung Sinabung akan meletus. Seketika, sore jam 5 sore lah itu, banyak masyarakat dari desa desa di kaki Gunung Sinabung meninggalkan kampung nya menuju kota Kabanjahe karena memang mereka percaya bahwa Gunung itu akan meletus.
Para pers pers media elektronik, cetak, bahkan pers yang tidak ada elektroniknya dan tidak ada cetakannya pun bermunculan karena ingin mengetahui keadaan yang sesungguhnya, hingga akhirnya berita ini sampai ke sana sini, dan nyangkut di kupingnya Mbah Rono Surono yang saat itu sebagai Kepala PVMBG. Karena si Surono merasa mustahil kalau Gunung Sinabung yang dulu tipe B itu mbeltok alias meletus, maka disuruhlah para masyarakat itu pulkam ( soalnya kata orang itu, Ahli Gunung sudah bilang kalau itu tidak apa apa ). Maka pulang lah mereka mereka yang tadi takut.
Yang dibilang Mbah Rono Surono kalau Gunung Sinabung tidak apa apa, ternyata apa apa, karena masyarakat takut terjadi apa apa, maka mereka tidak memikirkan apa apa lagi, kembalilah mereka berlarian meninggalkan kampung mereka. Oleh karena itu maka sah walau palu tidak diketok 3X, Gunung Sinabung dinyatakan Meletus ( SMP ) walaupun sesungguhnya adalah Erupsi ( SD ), namun hingga ahir cerita ini, kita samakan lah itu, soalnya nanti juga ada yang akan kita sama samakan. Pisang akan kita samakan dengan Kelapa.
Baiklah kita lihat, sekalian baca dan renungkan, ( kalo dilihat saja, tidak akan ada hasilnya ) kutipan berikut.
MEDAN (Pos Kota) – Bencana erupsi Sinabung belum layak disebut bencana nasional dan sebaliknya merupakan bencana politik. Pasalnya, banyaknya intervensi dari orang-orang di luar Tanah Karo. Demikian dikatakan pakar vulkanologi sekaligus staf ahli Menteri Energi Sumber Daya Mineral Surono, Kabanjahe, Senin (20/1). Menurut dia, sejak awal ia sudah mengatakan bahwa bencana Sinabung merupakan bencana marathon yang membutuhkan kesabaran extra dalam menghadapinya. “Dan letusan Gunung Sinabung tidaklah sebesar letusan merapi baik dari segala aspek seperti muntahan material,” ujarnya. Namun, karena banyaknya intervensi dari pihak-pihak luar Tanah Karo membuat bencana ini menjadi booming hingga menimbulkan ketakutan. Padahal selayaknya pengungsi Sinabung maksimal hanyalah 7 ribu dan tidak mencapai 28 ribu jiwa.
Sindonews.com - Bencana erupsi Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dinilai telah dipolitisir banyak pihak. Pasalnya, erupsi yang sudah berlangsung sekira empat bulan itu dinilai bukan merupakan bencana yang mengerikan seperti yang digembar-gemborkan banyak pihak. Menurut Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Dr Ir Surono, ada pihak-pihak yang secara sengaja menebar ketakutan untuk mendapatkan keuntungan dari Sinabung. Tak pelak jika kekhawatiran kemudian mencuat hingga ke seluruh penjuru nusantara. Menurut Surono, jika dibandingkan dengan erupsi Gunung Merapi, Sinabung masih jauh lebih aman. Dia menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Gunung Sinabung. "Isi Sinabung cuma abu saja. Berbeda dengan Gunung Merapi yang memuntahkan banyak material," terangnya.
            Dari kutipan diatas, tentu kita yang membaca artikel ini sudah tau apa maksud dari judul nya “ SINABUNG dan POLITIK “. Ya… seperti itulah keadaan Tanah Karo Simalem ini. Dan yang asyik juga untuk dibahas, beberapa figure ( bukan vigor )  akan terlihat karekternya disini.
            Dari informasi yang saya dapat dari kawannya sahabat temannya saudara saya, yang namanya tidak mau disebutkan ( karena saya juga tidak tau ), katanya ada Kelompok yang mencari keuntungan dalam bencana ini.
  1. Mereka sibuk mencari jalan agar bencana sinabung dijadikan bencana Nasional, dibayarlah para poto graper itu untuk menjepret daerah daerah dan rumah rumah yang roboh roboh serta lahan lahan pertanian yang hancur. Supaya dapat dikirim ke Pusat ( ntah kemana lah itu ) sebagai bahan pertimbangan. Setelah ditimbang, bobotnya kurang 4,5 Ons, jadi gagal lah jadi bencana nasional ( yang pasti ada udang di balik batu ).
  2. Karena jalan menuju bencana nasional belum di aspal ( susah untuk dilewati ), maka di usulkanlah untuk Relokasi Radius 5 Km( kok 5 Km? ).Yang pasti agar kelompok tersebut dapat # lah dalam pencarian lahan dan pengurusan surat menyurat. Eh, ternyata si rakus tau akal busuk si kelompok, jadi dibuat lah tender ( gitu ya? nulis tender ). Kira kira seperti inilah katanya “ Barang siapa yang bisa mendapatkan lahan ( sudah ditentukan )tersebut dengan harga sudah dikurangi sekian persen, lapor kepada saya “. Itulah sebabnya maka sampai artikel ini selesai ditulis belum juga ada kegiatan Relokasi, alasannya warga yang tidak mau meninggalkan kampungnya, karena itu dari leluhur mereka ( alasan…!? ). Relokasi di TUNDA.
  3. 1 Februari 2014, Gunung sinabung memakan korban, eh…. Muncul lagi Bencana nasional yang di harapkan. “ pak… korbannya sudah ada 14 orang pak…. Apakah sudah cukup untuk jadi bencana nasional???? Jawabannya “belum”. 3 orang lagi sekarat di rumah sakit. “ butuh berapa nya korban agar bias menjadi bencana nasional??? “
Begitulah kira kira cerita kelompok itu.
Sebenarnya banyak sekali Orang orang yang memanfaatkan Bencana Sinabung menjadi sumber rejeki mereka. Tapi karena saya sudah ngantuk, jadi saya persingkat saja. Ada cerita seperti ini.
Saat Gunung Sinabung memakan korban (walau tidak ditelan), banyak isu isu atau obrolan warung kopi yang perlu kita cermati.
-          saat relawan bersaksi di sebuah tipi swasta tentang kondisi sinabung pasca pertama evakuasi warga yang menjadi korban awan panas. Si reporter bertanya “ Bagaimana kondisi tanah, debu, suhu udara, pertama kali anda memasuki daerah tersebut untuk mengevakuasi korban??apakah masih panas???  Jawabannya “ tidak, sudah dingin seperti tanah biasa “. Jadi apakah itu Awan Panas?? Ya… ( versi karo ). Awan panas yang disebut melebihi 600°C itu = awan pijar (yang diakui dunia). Apapun yang dilewatinya akan Terbakar Hangus. Namun ini kan Awan Panas versi karo, plastik rokok, hp, kabel, rambut, kain pun tidak terbakar. Apakah melebihi 600°C??? ( saya tidak tau, karena belum pernah saya ukur ). Yang namanya sudah dikatakan awan panas oleh yang berkepentingan, mau 600°C, 100°C, 10°C, -200°C, itu tetap awan panas. ( disamakan saja ). Erupsi dengan Guguran Lava juga disamakan oleh beliau, ya sama juga. Kalaupun Pisang dikatakan adalah Kelapa, ya jadi kelapa juga.

Baiklah sebagai penutup kita mengingat kembali saudara saudari kita yang menjadi korban erupsi gunung sinabung. Berbulan bulan mereka berada di penampungan, solusi belum ditentukan.
 
Salam : John F. Purba


Daftar Isi IRFA FM 89,4 MHz Blog
Budaya Karo
Komputer Dan Blogger
Informasi



Diberdayakan oleh Blogger.